Sabtu, 09 Juni 2012

Non Dera Idol - Audisi (LUCU)

Non Dera nhy kren banget dhaa,, suaranya yunik abeeess.. bawa bakso juga lho buat mas Dhani untuk npatin janjinya saat di sukabumi Bus audisi Indonesian Idol kmrin..
lucu juga nhy saat dia duduk karna kursinya muter-muter buat dia gak nyaman brnyanyi :D
yang pasti Non Dera tlah brhasil memikat Seorang Agnes Monica dan Non Dera pun tlah menjadi Favorit Agnes Monica,, waw hebaaaattt..
congrat buat derasenyumsamping buat si Nunapisang :D
nhy vidionya : http://www.youtube.com/watch?v=-o0Bk2PvOes&feature=related

Jumat, 01 Juni 2012

Pemuda dan Sosialisasi


Tugas ISD Kelompok 3
            Ketu Kelompok         : I Ketut Agus Hida Purwadi (PSIK A)
            Penulis                        : Haedar Putra (PSIK A)
            Anggota kelompok    :
Ø  Desilia Puspita (PSIK A)
Ø  Hafif Rohman (PSIK A)
Ø  Juliana (PSIK A)
Ø  Sholikul Mutohar (PSIK B)
Ø  Wahyu Tri Astuti (PSIK B)
Ø  Wahyu Wiji Lestari (PSIK B)

Pemuda dan Sosialisasi

Definisi Pemuda
            Pemuda adalah golongan manusia-manusia mudah yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan diri ke arah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pengembangan yang kini telah berlangsung.
            Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, penerus tradisi, penerus kebudayaan dan merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Sudah seharusnya pemuda di bina dan di siapkan sebaik-baiknya. Karena pemuda adalah aset terbesar sebuah bangsa.

Kategori Manusia Indonesia
·       Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa dengan perincian sebagai berikut :
ü  Masa bayi : 0 – 1 tahun
ü  Masa anak : 1 – 12 tahun
ü  Masa puber : 12 – 15 tahun
ü  Masa pemuda : 15 – 21 tahun
ü  Masa dewasa : 21 tahun keatas.

·       Dilihat dari segi budaya atau  fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagai berikut :
ü  Golongan anak : 0 – 12 tahun
ü  Golongan remaja : 13 – 18 tahun
ü  Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas.

·       Usia 0 – 18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 -  21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan peribadi dan 18 (21) diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta.
·       Dilihat dari segi idiologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti calon generasi terdahulu.
·       Pengertian pemuda berdasarkan umur lembaga dan serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 kategori yaitu :
1.      Siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masi duduk dibangku sekolah.
2.      Mahasiswa antara 18 – 25 tahun, berada di perguruan tinggi dan akademi.
3.      Pemuda diluar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.

Peran Pemuda
            Peran pemuda dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
2.      Didasarkan usaha menolak meyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
a.       Pemuda “ pembangkit” mereka adalah pengurai atau  pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung mengudah masyarakat dan kebudayaan.
b.      Pemuda nakal, mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan  melakukan tindakan menguntungkan bagi dirinya sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
c.       Pemuda Radikal, mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

Kedudukan Pemuda
            Kedudukan pemuda dalam  masyarakat adalah sebagai :
1.      Mahluk Moral, artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan prngoreksi.
2.      Sebagai Mahluk Sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendir, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian dan pandangan hidup yang dianut masyarakat.
3.      Sebagai Mahluk Individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai oleh ras tanggung  jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sosialisasi Pemuda

·         Melalui proes sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.dengan demikian tingkah laku manusia dapat di ramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti harus bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.
·         Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan meyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dan anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
·         Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan dan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya.
·         Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau  “ saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula kedirian :
1.      Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ; atau sebaliknya,  dia disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.
2.      Dalam proses sosialisasi juga dapat membentuk pendirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar dapat memperoleh penghargaan dari orang lain.

Internalisasi, Belajar dan Spesialisasi

·         Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Peroses berlangsungnyan sama yaitu melalui interaksi sosial.
ü  Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut.
ü  Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidal dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seseorang individu.


Interkasi Sosial

A.     Keluarga
Ø  Pertama – tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orang tua yang baik dalam proses sosialisasianak, antara lain :
1.      Berusaha dekat dengan anak-anaknya
2.      Mengawasi dan mengendalikansecara wajar agar anak tidak merasa tertekan
3.      Mendorong anak agar mampu  membedakan benar dan salah, baik dan buruk
4.      Memberikan keteladan yang baik
5.      Menasehati anak-anak jika melakukan  kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan  hukuman diluar batas kewajaran
6.      Menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerpakan ibadah  dalanm  keluarga.

B.   Sekolah
Ø  pendidikan disekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya peroses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seseorang anak disekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement) dan kekhasan  / spesifitas (specyfity).

C.  Teman Bermain (kelompok)

Ø  Kelompok bermain mempunyai pengaruh yang besar dan berperan kuat dalam pembentukan kebribadian anak. Dalam  kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.

D.  Media Masa
Ø  Media masa seperti media cetak, radio, film, dan vidio. Besarnya pengaruh media masa sangat tergantung dari kualitas dan frekuensi pesan  yang disampaikan.

E.   Lingkunga Kerja
Ø  Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat dan efektif mempengaruh pembentukan kepribadian seseorang.

Faktor-Faktor Interaksi Sosial
1.      Imitasi
Ø  Imitasi adalah proses social atau tindakan seseorang yang meniru orang lain melaui sikap, penampilan atau gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain.
a.       Dalam lingkungan keluarga
Contohnya : cara berbicara
b.      Dalam lingkungan masyarakat
Contihnya : gaya rambut dan pakaian
2.      Sugesti
Ø  Sugesti adalah rangsangan, pengaruh atau stimulasi yang diberikan oleh seseorang individu kepada individu lainnya, sehinggga orang yang diberi sugesti melakdanakan apa yang disugestikannya tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional.
Ø  Sugesti terbentuk berasal dari orang-orang yang berwibawa, kekuasaan, maupun pengaruh besar, dalam lingkungan sosial. Misalnya, ulama, ketua adat, cendikiawan, sesepuh kampung, dan sebagainya.
Ø  Sugesti akan berlangsung cepat  atau lam bat dipengaruhi oleh hal-hal berikut :
a.       Usia
b.      Kemampuan intelektual
c.       Keadaan fisik
d.      Kepribadian
Ø  Orang untuk tersugesti diantaranya sebagai berikut :
a.       Kurang bersikap kritis
b.      Berpendidikan rendah
ü  Pemberi sugesti mempunya otoritas. Contohnya nasihat ulama akan lebih didengar dan dipatuhi dari pada nasihat tokoh intelektual.
c.       Orang yang dalam keadaan ragu-ragu
3.      Identifikasi
4.      Simpati
5.      Empati
6.      Motivasi

Masalah-masalah Generasi Muda
1.      Menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
2.      Kekurang pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
3.      Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
4.      Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
5.      Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan.
6.      Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur.
7.      Pergaulan bebas.
8.      Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
9.      Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika.
10.  Belum adanya peraturan perundang-undangan yang menyangkut generasi muda.

Pendidikan dan Perguruan Tinggi

Ø  Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar seperti didik secara aktif  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Ø  Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa. Sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
ü  Mrurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua :
1.      Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengolaan dan regulasinya dilakukan oleh negara,
2.      Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang pengolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.

Jumat, 25 Mei 2012

Agama Dan Kesehatan Mental


BAB I
PENDAHULUAN

            Pada zaman dahulu ketika teknologi belum dikenal oleh masyarakat umum secara luas, setiap penyakit yang diderita oleh manusia sering sekali dikait-kaitkan dengan hal-hal yang berbau sepiritual dan alam gaib, setiap penyakit dikait-kaitkan dengan hal-hal yang berbau mahluk halus, oleh karena itu orang-orang banyak yang pergi berobat ke dukun atau orang pintar yang bisa langsung berkomunikasi dengan mahluk halus itu sendiri ketimbang harus berobat ke tabib yang mengerti tentang jenis penyakit berdasarkan ilmu pengobatan.
           Pergeseran zaman dan kemajuan teknologi tidak dapat dipungkiri lagi, saat ini penyakit sudah dilihat dan diobati dengan obat-obatan yang bagus dengan menggunakan metode pengolahan canggih, perkembangan ilmu pengetahuan dapat lebih menspesifikkan penyakit-penyakit tersebut. Ada penyakit yang bersumber dari virus, bakteri atau baksil-baksil sehingga untuk mengobatinya perlu pengobatan medis, tetapi ada juga penyakit yang bersumber dai jiwa atau hati suatu individu, jadi secara fisik individu trsebut dan tidak terkena virus, bakteri atau baksil-baksil, namun pada kenyataannya individu tersebut sakit.
           Penyakit tersebut yang dinamakan dengan penyakit hati atau prnyakit mental, untuk mengatasi penyakit tersebut diperlukan menejemen hati atau mental yang baik sehingga dapat membentuk kesehatan mental yang berimbas pada kesehatan secara fisik individu trebut. Pada makalah ini saya akan menyampaikan tentang beberapa pengertian tentang Agama dan Kesehatan Mental.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Kesehatan Mental

Istilah dari kesehatan mental diambil dari konsep mental Hygiene, kata mental berasal dari bahasa yunani yang artinya kejiwaan. Kata mental memiliki persamaan makna dengan kata Pshye yang berasal dari bahasa latin yang berarti psikis atau jiwa, dapat diambil kesimpulan bahwa bahwa mental Hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental.
Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental, baik berupa Neurosis maupun Psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).
            Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (penyebab terjadinya stres) orang yag memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan ligkungannya. (Noto Soedirdjo, 1980) menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang memiliki kesehatan mental adalah memiliki kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya. Sedangkan menurut Clausen Karentanan (Susceptibility) Keberadaan seseorang terhadap Stressor berbeda-beda karena faktor genetik, proses belajar dan budaya yang ada dilingkungannya, juga intensitas stressor yang diterima oleh seseorang dengan orang lain juga berbeda.

          B. Ciri-ciri Kesehatan Mental

          Ciri-ciri kesehatan mental dikelempokkan kedalam enam kategori, yaitu :
1.      Memiliki sikap batin (Attidude) yag posotif terhadap dirinya sendiri.
2.      Aktualisasi diri
3.      Mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi yang psikis.
4.      Mampu berotonom terhadap diri sendiri (Mandiri).
5.      Memiliki persepsi yang obyektif  terhadap realitas yang ada.
6.      Mampu melaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri. (Jahoda, 1980).

Pada abad ke-17 kondisi suatu pasien yang sakit hanya diidentifikasi dengan medis, namun pada perkembangannya pada abad 19 para ahli kedokteran menyadari bahwa adanya hubungan antara penyakit dengan kondisi dan psikis manusia.
Hubungan timbal balik ini menyebabkan manusia menderita gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan mental (Somapsikotok) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik (Psikomatik).
Memasuki abad 19 konsep kesehatan mental mulai berkembang tentang kesehatan mental masi bersifat sekuler, pusat perhatia dan kajian dari kesehatan mental tersebut adalah kehidupan di dunia, pribadi yang sehat dalam menghadapi masalah dan menjalani kehidupan hanya berioritasi pada konsep sekarang ini dan disini, tanpa memikirkan adanya hubungan antara masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Hal ini jauh berbeda dengan konsep kesehatan berlandaskan agama yang memiliki konsep jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada masa kini sekarang serta disini, agama dapat memberi dampak yang cukup  berarti dalam kehidupan manusia, termasuk terhadap kesehatan.
Orang sehat mental akan senantiasa merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun, ia juga akan melakukan intropeksi atas segala hal yang dilakukannya sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri. Solusi terbaik dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan mental adalah dengan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan mental seseorang dapat ditandai dengan kemampuan seseorang tersebut dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya, mampu mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sendiri semaksimal mungkin untuk menggapai ridho Allah SWT, serta mengembangkan seluruh aspek kecerdasan, baik kesehatan spiritual, emosi maupun kecerdasan intelektual.
Hal ini dapat ditarik kesimpulan karena pada dasarnya hidup adalah proses penyesuaian diri terhadap seluruh aspek kehidupan, orang yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan gagal dalam menjalani kehidupannya. Manusia diciptakan untuk hidup bersama, masyarakat, saling membutuhkan satu sama lain dan selalu berinteraksi, hal ini dengan konsep sosiologi modern yaitu manusia sebagai mahluk Zoon Politicon.

C. Gangguan mental

Gangguan mental dapat dikatakan sebagai prilaku abnormal atau prilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat, prilaku tersebut baik yang berupa pikiran, perasaan maupun tindakan. Stress, depresi dan alkoholik tergolong gangguan mental karena adanya penyimpangan, hal ini dapat disimpulkan bahwa ganguan mental memiliki titik kunci yaitu menurunnya fungsi mental dan berpengaruhnya pada ketidak wajaran dalam berprilaku ini sesuai dengan Al-Qur’an (QS. Al0Baqaroh 2 : 10).
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Artinya : Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih, disebaban mereka berdusta.
Yakni keyakinan mereka terhadap kebenaran Nabu Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu menimbul kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang islam.

Adapun gangguan mental yang dijelaskan oleh (A. Scott, 1961) meliputi beberapa hal :
1.         salah dalam penyesuaian sosial, orang yang mengalami gangguan mental perilakunya bertentangan dengan kelompok dimana dia ada.
2.         Ketidak bahagiaan secara obyektif.
3.         Kegagalan beradaptasi dengan lingkungan.
4.         Sebagian penderita gangguan mental menerima oengibatan psikiatris dirumah sakit, namun ada sebagian yang tidak mendapat pengobatan tersebut.

Seseorang yang gagal dalam neradaptasi secara positif dengan lingkungannya dikatakan mengalami gangguan mental. Proses adaptif ini berbeda dengan penyesuaian sosial, karena adaptif lebih aktif dan didasarkan atas kemampuan pribadi sekaligus melihat konteks sosialnya. Atas dasar pengertian ini tentunya tidak mudah untuk mengukur ada tidaknya gangguan mental pada seseorang, karena selain mengetahui potensi individunya juga harus melihat konteks sosialnya.

D. Agama dan Kesehatan Mental

Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena faktor-faktor tertentu baik yag disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungam masing-masing. Namun untuk menutupi atau meniadakan sama sekali dorongan dan rasa keagamaan kelihatannya sulit dilakukan, hal ini karena manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada zat yang gaib, ketundukan ini merupakan bagian dari faktor intern manusia dalam psikologi kepribadian dinamakan pribadi (self) ataupun hati nurani (conscience of man).
Fitra manusia sebagai mahluk Allah SWT ialah  manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka tidak wajar mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan, seperti ada dalam (QS Ar Ruun 30:30)
Artinya : Maka hadapkan lah wajahmu dengan lurus keagama Allah; (tataplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut itu. Tidak ada perubahan pada fitra Allah. (itukah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [1168],
[1168] Fitra Allah : maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan allah mempunyai aluri beragama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

E. Agama sebagai Terapi Kesehatan Mental

agama sebagai terapi kesehatan mental dalam islam sudah ditunjukan secara jelas dalam ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya yang menbahas tentang ketenangan dan kebahagiaan adalah (QS An Nahl 16:97)
Artinya : 97. Barang siapa yang mengerjakan amal saleh,baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik [839] dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
[839] ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disrtai iman, (QS Ar Ra’ad 13:28)
Artinya : 28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.



BAB III
PENUTUP

kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental, baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) Orang yag sehat mental akan senantiasa merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun, ia juga akan melakukan intropeksi atas segala hal yang dilakukannya sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri.
Agama tampaknya tidak dapat dipsahkan dari kehidupan manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena faktor-faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kebribadian maupun lingkungan masing-masing. Fitrah manusia sebagai ciptaan Allah SWT ialah manusia tidak beragam tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka tidak wajar, mereka tidak beragama tauhid itu hanya pengaruh lingkungan.
Hubungan antara keiwaan dan agama dalam kaitannya dengan hubungan antara keyakinan dan kesehatan jiwa terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan yang maha tinggi sehingga akan dapat memunculkan perasaan positif pada kesehatan mental seseorang.

Minggu, 20 Mei 2012

Memahami akan bahanya penyakit menular dan penyakit infeksi


Dalam medis, penyakit menular ataupun penyakit infeksi yang terjadi pada manusia ataupun hewan adalah sebuah penyakit yang di sebabkan oleh para agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan yang disebabkan oleh fisik yang sering di eluh-eluh kan oleh setiap orang saat sakit atau badan yang tidak fit, seperti luka bakar, atau karna bakan kimia seperti keracunan.


Infeksi adalah kolonalisasi yang dilakukan oleh spesies asing yang masuk ke dalam tubuh manusia terhadap organisme Inang, dan yang bersifat sangat membahayakan inang. Organisme dalam penginfeksian atau patogen yang dilakukan menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak dirinya yang akhirnya dapat merugikan inang. patogen ini dapat mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakit pada luka kronik, bahkan adanya kehilangan anggota tubuh, dan bahkan kematian yang di alami oleh setiap penderita. Respon inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen pada umumnya dikategirikan sebagai organisme mikroskopik, walau sebenarnya defininya lebih luas lagi, mencakup bakteri, virus, parasit, fungi, prion, dan viroid.


Simbisis antara parasit dan inang, dimana satu pihak di untungkan dan satu pihak yang satunya lagi dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitik beratkan infeksi dan patogen adalah cabang dari penyakit infeksi.


Infeksi awal yang sering terjadi :
Setelah menembus jaringan, patogen dapat berkembang pada di luar sel tubuh (ekstraseluler) atau menggunakan sel tubuh sebgai inangnya (intraseluler). Patogen intraseluler dapat di klasifikasikan lebih lanjut.
> patogen yang berkembang biak  dengan bebas di salam sel, seperti virus dan beberapa bakteri.
> patoge yang berkembang biak dalam vesikel, seperti mycobakteria.


Terpuruknya mekanisme sistem kekebalan :


Pada tahan umum sebuah infeksi, antigen selalu akan memicu sistem kekebalan turunan, dan kemudian sistem kekebalan tiruan pada saat akut. tetapi lintasan infeksi  tidak selalu demikian, sistem kekebalan selalu dapat gagal memadamkan infeksi, karena terjadi fokus infeksi berupa :


> subversi sistem kekebalan oleh patogen
> kelainan bawaan yang disebablan oleh gen
> tidak terkendalinya mekanisme sistem kekebalan


Perambatan perkembangan patogen bergantung pada kemampuan replikasi di dalam inangnya dan kemudian menyebar ke dalam inangnya yang baru dengan proses infeksi. untuk itu, patogen diharuskan untuk berkembangbiak tanpa harus memicu sistem kekebalan, atau dengan kata lain, patogen harus tidak menggerogoti inangnya dengan terlalu cepat.


Patogen yang dapat bertahan hanya patogen yang telah mengembangkanmekanisme untuk menghindari terpicunya sistem kekebalan.

Berikut adalah beberapa macam dari penyakit yang menular, khususnya penyakit yang menular pada musim hujan :


1. Flu => merupakan penyakit yang paling umum dan sering menyerang tubuh kita pada saat musim hujan. Jika udara dingin dan tidak di imbangi dengan pola hidup yang sehat dan baik, tentunya tubuh kita akan rentan terhadap penyakit.


2. Demam Berdarah => merupakan menyakit yang sering muncul pada musim hujan yang dikarenakan lingkungan hidup yang kurang bersih juga, hal ini dimanfaatkan oleh para nyamuk untuk bersarang, tentunya akan berhimbas pada banyaknya nyamuk, terutama nyamuk AIDES, nyamuk ini sangat sering muncul pada musim hujan, satu gigtan saja sudah cukup untuk menyebarkan virus demam berdarah.


3. Dare => penyakit ini juga sering muncul yang dikarenakan oleh pengaruh cuaca yang tidak nyaman atau pun dalam musim hujan. Air kotor yang telah tercemar oleh bakteri dapat membuat perut menjadi terasa mual dan dilanjutkan dengan rasa ingin buang air besar bekali-kali.


4. Muntaber => penyakit yang terakhir ini bisa dikatakan yang paling parah dari semua dan mematikan. Penderita penyakit muntaber dapat kekurangan cairan tubuh dengan cepat, apalagi sudah menimpa anak-anak dan bayi.

Sabtu, 21 April 2012

I LOVE YOU ASTY PESEK

- Cinta yang tak pernah habis untuk dibicarakan, entah berapa ribu bahkan jutaan kata-kata mutiara tentang cinta untuk diucapkan, direnungkan, dikhayalkan, namun belum tentu bisa direalisasikan. Entahlah, cinta memang aneh dan bisa diungkapkan dengan kata-kata mutiara cinta sesuai dengan situasi dan kondisi. Kumpulan kata-kata mutiara cinta dibawah ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi anda untuk mengungkapkan betapa dalam cinta anda pada si dia.
cinta sebenarnya tidak buta, cinta adalah suatu yang murni, luhur dan di perlukan, yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.


Bukan laut namanya jika tidak berombak, bukan cinta namanya jika tidak pernah terluka, bukan kekasih namanya jika hatinya tidak merasa rindu dan cemburu.


Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari sekumpulan keinginan diberikan kepada hati yang memerlukan. tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena dia tidak mengerti perjalanan hati nuranimu.


Kejarlan cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.


cinta sering kali lari apabila kita mencari, tetapi cinta juga sering kali di biarkan pergi apabila ia menghampiri.


cinta pertama adalah kenangan, cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan karena idup tanpa cinta bagaikan sayur tanpoa garam, karena itu jagalah cinta yang di anugerahkan itu sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.


kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah di lupakan, kamu tidak dapat melangkah dengan baik dengan kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.


Hanya di perlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.


Hidup tanpa cinta seperti makanan tanpa garam. oleh karena itu, kejarlahcinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapatkan cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu.  Sesungguhnya cinta itu adalah anugrah tuhan yang maha esa.


dalam sebuah percintaan, jangan kamu sesali perpisahan tetapi sesali lha pertemuan, karena tanpa adanya pertemua tidak akan pernah ada perpisahan. menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita daripada kita mencintai diri orang itu, itu lebih baik dari pada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai diri kita adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.


cinta yang suci dapat di lihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.


ibarat kala kehilangan cinta itu seumpama kehilangan permata di lautan luas yang tidak bertepi dan harus di lupakan.


cinta tak selalu bersama jodoh, tetapi jodoh yang selalu bersama cinta.


Kata pujangga, cinta letaknya di hati, meski tersembunyi, namun getarnya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikirannya sekaligus mengendalikan gerakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.


cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan sering kali berakhir dengan air mata.





Jumat, 20 April 2012

Kemitraan dan Kesejahteraan Manusia Dalam Promosi Kesehatan


BAB 1
  1. Pendahuluan

Indonesia Sehat 2010” yang telah di rencanakan oleh Departemen Kesehatan, mempunyai visi yang sangat ideal, yakni masyarakat Indonsia yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan prilaku yang sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Untuk mewujudkan visi “Indonesia Sehat 2010” tersebut telah di tetapkan empat misi pembangunan kesehatan.
  1. Menggerakkan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan.
  2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
  3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau.
  4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya.


BAB II. ISI
  1. Pengertian dan Prinsip Kemitraan

Di Indonesia istilah kemitraan masih relatif baru, namun demikian praktiknya demikian di masyarakat sebenarnya sudah terjadi sejak zaman dahulu. Sejak nenek moyang, kita telah mengenal istilah gotong royong yang sebenarnya esensinya kemitraan. Sebab melalu kerja sama dari berbagai pihak, baik secara individual maupun kelompok, mereka membangun jalan, jembatan, balai desa, pengairan dan sebagainya. Kemudian gotong-royong sebagai praktik “kemitraan individual” ini berkembang menjadi koperasi, koalisasi, aliansi, jejaring, (net working), dan sebagainya. Istilah-istilah ini sebenarnya perwujudan dari kerjasama antar individu atau kelompok yang saling membantu, saling menguntungkan dan bersam-sama untuk meringankan pencapaian suatu tujuan yang telah mereka sepakati bersama.
Robert Davies, ketua eksekutif, “the prince of wales bussiness Leader Forum” merumuskan: “Partnership is a formal cross sector relationship between individuals, groups, or organizations who:
  • Work together to fulfil an obligation or undertake a specific task.
  • Agre in advance what to commit and what to expect.
  • Review the relationship regularly and revise their agreement as necessary, and
  • Share both risk and the benefits”.
Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu prinsip umum kemitraan. Kemitraan adalah suatu kerjasama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok, atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu. Dalam kerjasama tersebut ada kesepakatan tentang komitmen dan harapan masing-masing, tentang peninjauan kembali terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah di buat, dan saling berbagi, baik dalam resiko saling menguntungkan yang di peroleh. Dari batasan ini terdapat tiga kata kunci dalam kemitraan, yakni:
  1. Kerja sama antara kelompok, organisasi, individu,
  2. Berasama-sama mencapai tujuan tertentu (yang disepakati berasama),
  3. Saling menanggung risiko dan keuntungan.

Mengingat kemitraan adalah bentuk kerja sama atau aliansi, maka setiap pihak yang terlibat di dalamnya harus ada kerelaan diri untuk bekerja sama, dan melepaskan kepentingan masing-masing, kemudian membangun kepentingan bersama. Oleh sebab itu membangun sebuah kemitraan, harus di dasarkan pada hal-hal berikut:
  1. Kesamaan perhatian (common interest) atau kepentingan.
  2. Saling mempercayai dan saling menghormati.
  3. Tujuan yang jelas dan terukur.
  4. Kesediaan untuk berkorban, baik waktu, tenaga, maupun sumber daya yang lain.


Prinsip-prinsip kemitraan

Dalam membangun sebuah kemitraan ada 3 prinsip kunci yang perlu dipahami oleh masin-masing anggota metriaan, yakni.
  1. Persamaan (equity)
Individu, organisasi, atau instiusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa “duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi”. Bagaimana besarnya suatu institusi atau organisasi, apabila sudah bersedia untuk menjalin kemitraan harus merasa sama. Oleh sebab itu di dalam forumkemitraan asas demokrasi harus di junjung, tidak boleh satu anggota memaksakan kehendak kepada yang lain karena merasa lebih tinggi, dan tidak adanya dominasi kepada yang lain.
  1. Keterbukaan (transparancy)
Keterbukaan maksudnya adalah apa yang menjadi kekuatan atau kelebihan dan apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan masing-masing anggota harus di ketahui oleh anggota yang lain. Demikian pula berbagai sumber daya yang harus di miliki oelh anggota yang satu harus di ketahui oleh anggota yang lain. Dengan saling keterbukaan ini akan menimbulkan rasa saling melengkapi dan saling membantu antara anggota (mitra).
  1. Saling menguntungkan (mutual benefit)
Menguntungkan disi bukan yang di maksud dengan materi atau uang, teapi lebih kepada nonmateri. Saling menguntungkan disini lebih dilihat dari kebersamaan atau sinergis dalam mencapai tujuan bersama. Ibarat mengangkat barang atau beban 50kg, diangkat bersama-sama oleh n4 orang jelas akan lebih ringan di bandingkan dengan mengangkat sendirian. Upaya promosi kesehatan dalam suatu komunitas tertentu, jelas akan lebih efektif bila di lakukan melalui kemitraan beberapa institusi atau organisasi daripada hanya oleh satu institusi saja.




Salah satu hal yang menonjol dari program Vic Health ini adalah unsur swasta (perusahaan rokok) ikut membiayai kegiatan promosi kesehatan tanpa adanya iklan rokok baik dari radio, TV, maupun surat kabar. Bahkan tanpa adanya iklan terselubungmaupun terang-terangan baik dari lapangan olahraga maupun pertunjukan seni. Caranya adalah pemerintah menarik pajak rokok setinggi-tingginya, kemudian lebih kurang 5 % dari hasil pajak rokok tersbut di serahkan ke Vic Health untuk membiayai kegiatan-kegiatan promosi kesehatan antara lain: memberikan seponsor kepada pertandingan olahraga, pentas seni, dan lomba-lomba yang lain.

  1. Kerangka berpikir kemitraan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam mengembangkan kemitraan di bidang kesehatan terdapat tiga institusi kunci organisasi atau unsur pokok yang terlibat di dalamnya. Ketiga institusi pokok tersebut adalah:
  1. Unsur pemerintah. Unsur ini terdiri dari berbagi berbagai sektor pemerintah yang terkait dengan kesehatan, antara lain: kesehatan sebagai sektor kuncinya, pendidikan, pertanian, kebutuhan, lingkungan hidup, industri dan perdangan, agama, dan sebagainya.
  2. Dunia usaha atau unsur swasta (private sectors) atau kalangan pemimpin berbagai perusahaan.
  3. Unsur organisasi nonpemerintah atau sering disebut ornop atau “non goverment organization”, (NGO), yang meliputi 2 unsur penting, yakni: a) unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masal (Ormas) termasuk yayasan bidang kesehatan, b) organisasi profesi seperti IDI, PDGI, IAKMI, PPNI, dan sebagainya.

Di dalam institusi pemerintah itu sendiri, misalnya departemen kesehatan terdiri dari berbagai program, yang seyogianya terlebih dahulu melakukan jaringan kerja lintas program juga. Setelah itu di kembangkan kemitraan yang lebih luas yang melibatkan sektor pemerintahan yang lain, LSM, organisasi profesi, dan swasta.
Dari uraian tersebut, maka dalam membangun kemitraan kesehataan secara konsep terdiri dari tiga tahap.
  1. Tahap pertama adalah kemitraan lintas program di lingkungak sektor kesehatan sendiri: direktorat promosi kesehatan, kesehatan keluarga, P2M, lingkungan, gizi, dan sebagainya.
  2. Tahap kedua adalah kemitraan lintas sektor di lingkungan institusi pemerintahaan: departemen kesehatan,pendidikan nasional, pertanian, kehutanan, dan sebagainya.
  3. Tahap ketiga adalah membangun kemitraan yang lebih luas, lintas program, lintas sektor, lintas bidang, dan lintas irganisasi, yang mencakup:
  1. Unsur pemerintah
  2. Unsur dunia usaha (bisnis)
  3. Unsur LSM dan organisasi masa
  4. Unsur organisasi profesi

Kemitraan bukanlah sebagai output atau tujuan, tetapi bukanlah juga sebuah proses, namun adalah suatu sistem. Artinya dalam mengembangkan konsep kemitraan dapat menggunakan pendekatan sistem, yaitu:
  1. Input
Input sebuah kemitraan adalah semua sumber daya yang dimiliki oleh masin-masing unsur yang terjalin dalam keitraan, terutama sumber daya manusia, dan sumber daya yang lain seperti dana, sistem informasi, eknologi, dan sebagaian.

  1. Proses
Proses dalam kemitraan pada hakikatnya adalah kegiatan-kegiatan untuk membangun kemitraan tersebut. Kegiatan-kegitan untuk membangun kemitraan antara lain melalui seminar, lokakarya, pelatihan, semiloka, dan sebagainya.
  1. Output
Adalah terbentuknya janringan kerja atau networking, aliansi, forum, dan sebagainya terdiri dari berbagai unsur seperti telah disebutkan di atas. Di samping di uraian tugas dan fungsi untuk masing-masing anggota (mitra) juga merupakan output kemitraan tersebut.



  1. Outcome
Outcome adalah dampak dari kemitraan terhadap peningkat kesehatan masyarakat. Oeh sebab itu, outcome kemitraan dapat dilihat dari indikator-indikator derajat kesehatan masyarakat, yang sebenarnya merupakan akumulasi dampak dari upaya-upaya lain di samping kemitraan. Dengan demikian outcome kemitraan adalah menurunnya angka atau indikator kesehatan (positif), misalnya menikatnya status gizi anak balita, meningkatnya kepemilikan jamban keluarga, meningkatnya persentase penduduk yang terakses air bersih, dan sebagainya.

  1. Model-model Kemitraan

Dari berbagai pengalaman pengembangan kemitraan di sektor kesehatan yang ada, secara umum dikelompokkan menjadi dua.

  1. Model I
Model kemiraan yang paling sederhana adalah dalam bentuk jaring kerja (networking) atau sering juga di sebut building linkages. Kemitraan semacam ini hanya dalam bentuk jaringan kerja (networkin) saja. Masing-masing mitra atau institusi telah mempunyai program sendiri mulai dari merencanakannya, melakukan, atau mengevaluasinya. Oleh karena adanya persamaan pelayanan atau karakteristik yang lain di antara mereka, maka di bentuklah jaringan kerja. Sifat kemitraan ini sering juga di sebut koalisasi, misalnya: Koalisasi Indonesia Sehat, Forum Promosi Kesehatan Indonesia.
  1. Model II
kemitraan model ini lebih baik dan solid, masing-masing anggota (mitra) mempunyai tanggung jawab yang lebih besar terhadap program atau kegiatan bersama. Oleh sebab itu, visi misi, dan kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan kemitraan tersebut harus di rencanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi bersama. Contoh: Gerakan Terpadu Nasional (GERDUNAS) TB. Paru, dan Gebrak Malaria (Rollback Malatia). Gerdunas dan gerakan malaria adalah suatu program pemberantasan TB Paru dan malaria yang di rancang dan yang di laksanakan bersama oleh lintas program dan sektor.
Langkah-langkah Penanggulangan Kemitraan
  1. Melakukan identifikasi stakeholder (mitra dan pelaku potensial)
  2. Membangun jaringan kerja sama antarmitra kerjasama dalam upaya mencapai tujuan.
  3. Memadukan jaringan kerja sama antar mitra kerja dalam upaya mencapai tujuan.
  4. Melaksanakan kegiatan terpadu
  5. Menyelenggarakan pertemuan berkala untuk perencanaan, pemantauan, penilaian, dan pertukaran informasi.