Jumat, 01 Juni 2012

Pemuda dan Sosialisasi


Tugas ISD Kelompok 3
            Ketu Kelompok         : I Ketut Agus Hida Purwadi (PSIK A)
            Penulis                        : Haedar Putra (PSIK A)
            Anggota kelompok    :
Ø  Desilia Puspita (PSIK A)
Ø  Hafif Rohman (PSIK A)
Ø  Juliana (PSIK A)
Ø  Sholikul Mutohar (PSIK B)
Ø  Wahyu Tri Astuti (PSIK B)
Ø  Wahyu Wiji Lestari (PSIK B)

Pemuda dan Sosialisasi

Definisi Pemuda
            Pemuda adalah golongan manusia-manusia mudah yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan diri ke arah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pengembangan yang kini telah berlangsung.
            Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, penerus tradisi, penerus kebudayaan dan merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Sudah seharusnya pemuda di bina dan di siapkan sebaik-baiknya. Karena pemuda adalah aset terbesar sebuah bangsa.

Kategori Manusia Indonesia
·       Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa dengan perincian sebagai berikut :
ü  Masa bayi : 0 – 1 tahun
ü  Masa anak : 1 – 12 tahun
ü  Masa puber : 12 – 15 tahun
ü  Masa pemuda : 15 – 21 tahun
ü  Masa dewasa : 21 tahun keatas.

·       Dilihat dari segi budaya atau  fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagai berikut :
ü  Golongan anak : 0 – 12 tahun
ü  Golongan remaja : 13 – 18 tahun
ü  Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas.

·       Usia 0 – 18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 -  21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan peribadi dan 18 (21) diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta.
·       Dilihat dari segi idiologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti calon generasi terdahulu.
·       Pengertian pemuda berdasarkan umur lembaga dan serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 kategori yaitu :
1.      Siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masi duduk dibangku sekolah.
2.      Mahasiswa antara 18 – 25 tahun, berada di perguruan tinggi dan akademi.
3.      Pemuda diluar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.

Peran Pemuda
            Peran pemuda dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
2.      Didasarkan usaha menolak meyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
a.       Pemuda “ pembangkit” mereka adalah pengurai atau  pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung mengudah masyarakat dan kebudayaan.
b.      Pemuda nakal, mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan  melakukan tindakan menguntungkan bagi dirinya sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
c.       Pemuda Radikal, mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

Kedudukan Pemuda
            Kedudukan pemuda dalam  masyarakat adalah sebagai :
1.      Mahluk Moral, artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan prngoreksi.
2.      Sebagai Mahluk Sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendir, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian dan pandangan hidup yang dianut masyarakat.
3.      Sebagai Mahluk Individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai oleh ras tanggung  jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sosialisasi Pemuda

·         Melalui proes sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.dengan demikian tingkah laku manusia dapat di ramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti harus bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.
·         Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan meyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dan anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
·         Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan dan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya.
·         Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau  “ saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula kedirian :
1.      Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ; atau sebaliknya,  dia disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.
2.      Dalam proses sosialisasi juga dapat membentuk pendirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar dapat memperoleh penghargaan dari orang lain.

Internalisasi, Belajar dan Spesialisasi

·         Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Peroses berlangsungnyan sama yaitu melalui interaksi sosial.
ü  Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut.
ü  Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidal dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seseorang individu.


Interkasi Sosial

A.     Keluarga
Ø  Pertama – tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orang tua yang baik dalam proses sosialisasianak, antara lain :
1.      Berusaha dekat dengan anak-anaknya
2.      Mengawasi dan mengendalikansecara wajar agar anak tidak merasa tertekan
3.      Mendorong anak agar mampu  membedakan benar dan salah, baik dan buruk
4.      Memberikan keteladan yang baik
5.      Menasehati anak-anak jika melakukan  kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan  hukuman diluar batas kewajaran
6.      Menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerpakan ibadah  dalanm  keluarga.

B.   Sekolah
Ø  pendidikan disekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya peroses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seseorang anak disekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement) dan kekhasan  / spesifitas (specyfity).

C.  Teman Bermain (kelompok)

Ø  Kelompok bermain mempunyai pengaruh yang besar dan berperan kuat dalam pembentukan kebribadian anak. Dalam  kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.

D.  Media Masa
Ø  Media masa seperti media cetak, radio, film, dan vidio. Besarnya pengaruh media masa sangat tergantung dari kualitas dan frekuensi pesan  yang disampaikan.

E.   Lingkunga Kerja
Ø  Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat dan efektif mempengaruh pembentukan kepribadian seseorang.

Faktor-Faktor Interaksi Sosial
1.      Imitasi
Ø  Imitasi adalah proses social atau tindakan seseorang yang meniru orang lain melaui sikap, penampilan atau gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain.
a.       Dalam lingkungan keluarga
Contohnya : cara berbicara
b.      Dalam lingkungan masyarakat
Contihnya : gaya rambut dan pakaian
2.      Sugesti
Ø  Sugesti adalah rangsangan, pengaruh atau stimulasi yang diberikan oleh seseorang individu kepada individu lainnya, sehinggga orang yang diberi sugesti melakdanakan apa yang disugestikannya tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional.
Ø  Sugesti terbentuk berasal dari orang-orang yang berwibawa, kekuasaan, maupun pengaruh besar, dalam lingkungan sosial. Misalnya, ulama, ketua adat, cendikiawan, sesepuh kampung, dan sebagainya.
Ø  Sugesti akan berlangsung cepat  atau lam bat dipengaruhi oleh hal-hal berikut :
a.       Usia
b.      Kemampuan intelektual
c.       Keadaan fisik
d.      Kepribadian
Ø  Orang untuk tersugesti diantaranya sebagai berikut :
a.       Kurang bersikap kritis
b.      Berpendidikan rendah
ü  Pemberi sugesti mempunya otoritas. Contohnya nasihat ulama akan lebih didengar dan dipatuhi dari pada nasihat tokoh intelektual.
c.       Orang yang dalam keadaan ragu-ragu
3.      Identifikasi
4.      Simpati
5.      Empati
6.      Motivasi

Masalah-masalah Generasi Muda
1.      Menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
2.      Kekurang pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
3.      Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
4.      Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
5.      Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan.
6.      Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur.
7.      Pergaulan bebas.
8.      Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
9.      Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika.
10.  Belum adanya peraturan perundang-undangan yang menyangkut generasi muda.

Pendidikan dan Perguruan Tinggi

Ø  Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar seperti didik secara aktif  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Ø  Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa. Sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
ü  Mrurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua :
1.      Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengolaan dan regulasinya dilakukan oleh negara,
2.      Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang pengolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar